Cegah Strok dan Serangan Jantung: Membangun Rutinitas Gerak yang Fleksibel dan Menyenangkan
Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan strok, seringkali memiliki akar yang sama: kurangnya aktivitas fisik. Daripada memaksakan diri pada rezim latihan yang kaku, kunci pencegahan yang berkelanjutan adalah Membangun Rutinitas Gerak yang fleksibel dan, yang terpenting, menyenangkan. Membangun Rutinitas Gerak yang realistis akan meningkatkan kepatuhan jangka panjang, memastikan manfaat kesehatan jantung dan pembuluh darah tercapai secara konsisten. Membangun Rutinitas Gerak ini bertujuan untuk meningkatkan elastisitas pembuluh darah, mengontrol tekanan darah, dan menurunkan kolesterol, yang semuanya merupakan faktor kunci pencegahan serangan jantung dan strok.
Peran Gerak dalam Kesehatan Pembuluh Darah
Gerakan teratur memiliki efek langsung pada lapisan dalam pembuluh darah (endotel), merangsang pelepasan Nitric Oxide (NO) yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar (vasodilatasi). Proses ini sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap rendah dan mencegah pembentukan plak (aterosklerosis).
Berjalan kaki cepat, misalnya, adalah cara yang mudah untuk Membangun Rutinitas Gerak yang efektif karena meningkatkan denyut jantung tanpa membebani sendi. Bahkan aktivitas harian seperti berkebun atau membersihkan rumah juga terhitung sebagai bagian dari rutinitas gerak jika dilakukan dengan intensitas sedang.
Fleksibilitas Waktu dan Jenis Gerakan
Salah satu penghalang terbesar dalam olahraga adalah anggapan bahwa harus dilakukan dalam sesi panjang yang terpisah. Padahal, para ahli kini sepakat bahwa akumulasi gerakan sepanjang hari sama bermanfaatnya.
- Sesi Singkat Berkualitas: Tiga sesi jalan kaki 10 menit sama efektifnya dengan satu sesi 30 menit.
- Integrasi dalam Pekerjaan: Lakukan peregangan singkat atau berjalan saat menerima telepon, yang membantu memecah waktu duduk yang terlalu lama (gaya hidup sedentari).
Perhimpunan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (PERKI) merekomendasikan total minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu. Rekomendasi ini diperbarui dalam panduan pencegahan strok sekunder pada hari Sabtu, 10 Mei 2025.
Menjadikan Gerak Sebagai Kebiasaan Menyenangkan
Rutinitas yang menyenangkan lebih mudah dipertahankan. Jika Anda tidak menyukai lari, cobalah menari, yoga, atau bersepeda bersama keluarga.
Dalam upaya mendukung masyarakat Membangun Rutinitas Gerak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan program edukasi kesehatan yang mengintegrasikan gerakan dalam format permainan dan sesi senam massal di ruang publik. Kemenkes bekerja sama dengan aparat keamanan setempat, seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), untuk menjamin keamanan jalur sepeda dan area pejalan kaki di taman kota. Patroli keamanan di taman kota ditingkatkan setiap akhir pekan, mulai tanggal 15 November 2025, untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas fisik dengan aman dan nyaman.
